Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 November 2012

Memaknai Tahun Baru Hijriyah

Setiap tanggal 1 Muharram umat Islam merayakan dan memperingatinya sebagai tahun baru Hijriyah. Tahun 2012 ini tahun baru Hijriyah 1 Muharram 1434 H bertepatan dengan tanggal 15 November 2012. Umat Islam dengan segala upaya dan cara mengisi tahun baru Islam dengan berbagai kegiatan dan aktivitas keagamaan, mulai dari ceramah agama sampai dengan diskusi dan presentasi serta kajian buku. Kegiatan diupayakan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Memang sangat beda dalam memaknai  tahun baru Hijriyah dengan tahun baru Masehi, seolah tahun baru Hijriyah biasa-biasa saja, seolah terlupakan dan terpinggirkan hanya milik orang tertentu saja. Berbeda dengan tahun baru Masehi seolah semua orang terlibat dan ikut serta mulai dari persiapan sampai ke tahap pelaksanaan. Padahal di Indonesia Islam adalah agama yang mayoritas tapi mengapa banyak umatnya yang tidak memahami tentang tahun baru Hijriyah? Sangat ironi mungkin. Seharusnya sebagai umat muslim yang mayoritas kita dapat mengisi kegiatan tahun baru Hijriyah dengan berbagai macam kegiatan yang intinya untuk dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. dan sekaligus dapat mengambil suri tauladan dari perjuangan baginda Rasulullah SAW.

Berdasarkan Wikipedia Bahasa Indonesia, sejarah penentuan tahun Hijriyah:
Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad.
Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H, PERF 558.


Dalam peristiwa hijrah ini Nabi bertolak dari Mekah menuju Madinah pada hari Kamis terakhir dari bulan Safar, dan keluar dari tempat persembunyiannya di Gua Tsur pada awal bulan Rabiul Awal, tepatnya pada hari Senin tanggal 13 September 622. Hanya saja,  Umar bin Khatab beserta sahabat-sahabatnya menginginkan bulan Muharram sebagai awal tahun hijriah. Bulan Muharram disebutkan oleh nabi sebagai bulan Allah, sebagaimana sabdanya:
“Sebaik-baik puasa selain dari puasa Ramadhan adalah puasa di Bulan Allah, yaitu bulan Muharram”. ( Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihya).

Itulah sekelumit cerita dan tutur kata tentang tahun baru Hijriyah yang mungkin dapat diambil hikmah dan intisarinya dari kegiatan  tersebut.

  1. Tahun baru Hijriyah ditetapkan pada awal bulan Muharram pada masa khalifah Umar bin Khatab,  karena Muharram merupakan bulan yang istimewa setelah bulan Ramadhan. Banyak peristiwa sejarah besar Kenabian dan Kerasulan terjadi di bulan Muharram. Maka kita patut melakukan kegiatan yang positif di bulan Muharram seperti berpuasa dan yang lainnya.
  2. Tahun baru Hijriyah di gambarkan sebagai peristiwa hijrahnya nabi Muhammad SAW. dari  Mekah ke Madinah. Hijrah berarti digambarkan pergi atau ke luar dari sesuatu yang jelek kepada kebenaran. Peristiwa hijrah harus dimaknai hijrahnya kita sebagai umat  dari kemungkaran menuju mardhotillah, menuju ke jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT.
  3. Peristiwa hijrah mempertemukan dua kaum pendatang (Muhajirin) dan kaum penolong (Anshor) yang dapat saling menerima dan menghormati sesama saudara muslim dalam membangun peradaban dan keagungan serta kejayaan Islam. Persitiwa ini mengilhami kepada kita sebagai umat muslim untuk bersatu dan saling membantu dan menolong dalam kebajikan dan ketaqwaaan. Insya Allah Islam akan maju dan maju jika umatnya bersatu dan bersatu tanpa memandang perbedaan. 
Di akhir cerita ini kita kutip firman Allah dalam quran surat Al-Asr ayat 1 - 3, "Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang  yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran".

 

»»  READMORE...

Senin, 29 Oktober 2012

Makna Sumpah Pemuda

Kemarian bangsa Indonesia Memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2012. Sebagai tonggak sejarah terbentuknya persatuan dan kesatuan dari berbagai suku bangsa yang ada di wilayah nusantara ini, seperti Jong Ambon, Jong Jawa, Jong Sumatra, dsb melebur diri menjadi satu kekuatan bangsa Indonesia.

Perjuangan tokoh-tokoh muda Indonesia pada saat itu ingin mewujudkan terbentuknya identitas atau fondasi yang digaungkan dalam tiga ikrar dalam satu wujud Indonesia, satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Dengan gaung sumpah pemuda ini, perjuangan  bangsa Indonesia tidak terkotak-kotak, tidak bercerai berai, namun satu dalam wadah Indonesia, untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Alhasil 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, Indonesia merdeka, Indonesia terbebas dari belenggu penjajah. Bangsa dan rakyat Indonesia patut mengucap syukur ke hadirat yang Maha Kuasa atas kemerdekaan bangsa ini. Perjuangan para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini, patut kita teruskan dan kembangkan dalam mengisi lembaran kehidupan

Sekarang patut kita sayangkan, banyak sekali terjadi tawuran antar kelompok masyarakat, antara desa dengan desa, antara kampung dengan kampung, bahkan antar pelajar dan mahasiswa. Kejadian ini sungguh aneh tapi nyata, tujuan apa yang hendak mereka dicapai.  Apa yang ingin mereka harapkan? 

Wahai para generasi muda, singsingkan lengan bajumu untuk membangun negeri ini, perkuat persatuan dan kesatuan dalam membangun dan memajukan bangsa ini. Satukan niat kita dalam satu tekad untuk bersatu dan bersatu, dan jauhkan pertengkaran, percekcokan serta perselisihan. Insya Allah negeri ini akan menjadi negara yang maju, tentram dan damai serta sejahtera di bawah lindungan Allah SW. Amin  ......
semoga .......................
»»  READMORE...

Sabtu, 27 Oktober 2012

Renungan Ibadah Qurban


»»  READMORE...